Minggu, 23 September 2018



Autobiografi Aulia  Si Gadis Mungil

Nama saya Aulia Rahma Oktafiani, biasa diapanggil aul, au atau dedek haha karena ukuran badan bisa dibilang imut, mungil dan minimalis. Saya lahir di Pemalang,01 Oktober 1997. Saya anak bungsu dari 2 bersaudara. Orang tua saya adalah Ayah seorang PNS dan Ibu sendiri adalah IRT. Saat ini saya masih menenpuh pendidikan strata satu di perguruan tinggi swasta Universitas PGRI Semarang. Riwayat pendidikan saya adalah mulai dari tamankanak-kanak Muslimat Belik, SDN 03 Belik, dan Mts Sunan Pandan Aran Yogyakarta beserta mondok di pesantren Sunan Pandan Aran. Untuk Sekolah menengah atas saya di MAN 1 Purwokerto. Untuk saat ini saya di Universitas PGRI Semarang saya adalah mahasiswa semester 7 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya juga masuk anggota Badan Eksekutim Mahasisswa Universitas PGRI Semarang bagian staf dari kementerian Seni dan Budaya. Saya memiliki Hobi membaca novel, Nonton film, dan jalan-jalan. Saya juga sangat suka muncak atau olahraga naik gunung dimana kita bisa meraskan ketrentaman yang sangat luar biasa. Walaupun hanya ada beberapa gunung yang baru saja saya kunjungi diantarannya Gunung Andong, Gunung Prau, Gunung Merbabu, dan Bukit-bukit yang ada di sekitar rumah saya.
Mungkin cukup sekian dari saya: gadis dengan tubuh mungil yang sangat menyukai tiga hal senja,bintang dan hujan. Dia adalah penikmat dan perindu senja. Dan pecandu hujan , serta pemuja bintang dimalam hari.



Tentang Senjaku di Kota Atlas
                                               Semarang, 01 Oktober 2016

Tut...tut..tut...
Jarum jam sudah menunjukan pukul 16:30 WIB. Kereta yang kutumpangi sudah berhenti di Stasiun Poncol. Hujan deras mengguyur Semarang. Aku masih duduk di tempat dudk stasiun poncol sambil menikmati teh hangat yang barusan kubeli sambil sesekali mengecek hp untuk menunggu balasan pesan yang kukirim untuk Senja.





Aku
Aku udah nyampai nja, tapi disini hujan. Kamu jemput nanti aja kalo udah reda ya .

 


Senja
iya tang, tunggu sebentar aku udah ditemenku minjem mantel satu lagi biar kujemput skrng aja ya :)

 
 






Aku hanya tersenyum tak kubalas pesan dari senja. Sambil mendengarkan musik . Sore ini memang tak begitu bersahabat tak bisa kulihat indahnya senja dikota ini. Namun aku juga menyukai hujan karena tiap tetes hujan yang jatuh ke tanah aku sangat menikmatinya dan bagiku sangat menenangkan. 
Aku sangat menyukai hujan, namun satu hal yang tak kusuka dari hujan di sore hari adalah ketka senja tak terlihat lagi.
Lima belas menit kemudian datang seorang pemuda memakai jas hujan warna hitam . Aku memanggilnya dengan suara agak keras “senja” . Dia menoleh dengan berjalan cepat kearah ku sambil tersenyum “maaf ya ma, lama ya, ini mantelnya dipakai dulu”
Senja memberikan jas hujan kepadaku. Aku berbisik kepada “hujan-hujan an yum”. Namun sayang dia menolak, senja bilang takut aku sakit padahal aku sangat suka hujan-hujan an.
Kami berjalan menuju parkiran. Perjalanan pulang aku hanya diam dibelakang pertanyaan senja tak jawab.. Tiba-tiba senja memegang tanganku “putri alis gundul jangan marah dong hehe”. Aku hanya diam alis gundul adalah panggilan yang senja berikan untukku. Sedangkan aku memanggil senja dengan sebutan alis bulu.
*****
Senja mengantarku sampai depan kosku. Senyumnya sungguh manis lalu dia berpamitan pulang “udah dong putri jangan marah, besok deh pas aku balapan trek ujan-ujanan janji” sambil mencubit pipiku . “iya iya janji ya “ sahutku dengan nada ketus”. Senja hanya mengangguk sekaligus berpamitan pulang. Aku hanya bisa memandan motor scoopy yang tak terlihat lagi.
Teman sekosku begitu aku sampai langsung berayahan berebut oleh-oleh yang ku bawa dari rumah.
Malam ini selesei aku mengerjakan tugas, aku memilih untuk istirahat. Aku tak bisa mengelak lagi kalo aku masih menyukai senja. Namun tiba-tiba ammah dan ria menggagetkanku “woiii ngelamun terus, ngelamunin sapa hayo”. Aku lumayan kesal namun aku memang sudah sangat terbuka dengan mereka , aku ceritakan semua kepada mereka . Tapi mereka kembali membuatku kesal mereka malah menggodaku. “cie senja cie pj pokoknya” sahut ria dan ammah menggodaku. Saking kesalnya kuputuskan untuk tidur.
****
Pagi itu aku sudah bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Aku memekai baju coklat polos dengan dipadukan dengan celana jeans dengan kerudung coklat bermotif kupu-kupu.
Saat kubuka gerbang terlihat seorang pemuda agak kebingungan duduk diatas motor beat putih, lalu aku berjalan menghampirinya “cari siapa ya mas”  tanyaku.
“cari amah mba, mau ambil baju batik kelas. Bisa tolong panggilin mba” jawabnya .
Aku memnaggil ammah agar segera keluar karena ditunggu temannya.
Diruang kelas Gedung A 405 kepalaku sangat pusing, akhir-akhir ini aku merasa kalau perutku sering sakit. Namun semuanya hanya kuanggap sepele menurutku hanya sakit maghku yang kambuh. Kuliahku selesei pukul 16:20 WIB. Aku berjalan dengan sari, firda,novia dan anita. Kepala semakin pusing seperti ada sesuatu di kepalaku.
Aku memutuskan untuk kegedung PKM untuk piket basecamp namun seketika
Bruk.... Aku merasa badanku ditopang seseorang yang ada dibelakangku.
Aku masih tersedar “kamu gapapa” kata dia samar-samar kudengar namun tubuhku ambruk dan dibopongnya. Aku tersedar pemuda itu samar-samar masih disampingku. Rasanya aku tidak asing dengannya. “kamu udah gapapa? Kamu temennya amahkan yang tadi pagi, namaku awan kamu siapa” tanya sambil tersenyum ramah dan memberikanku satu gelas teh hangat. Aku menjawab dengan suara lirih “iya mas, ini masnya yang tadi pagi kan? Nama saya bintang , makasih ya mas awan sudah menolong saya” awan  hanya mengangguk . Dia mengantarku sampai kosku, aku mengucapkan banyak terima kasih kepadanya.
Senja
Putri alis gundul maaf ya, aku baru pulang dari bengkel. Bsk lusa aku ada perlombaan trabas di sircuit kamu ikut ya :), baru sempet ngubungin kamu maaf ya. Selamat malam putri bintang si alis gundul :)











 
Jam sudah menunjukan pukul 24:00 WIB aku belum merasa mengantuk aku rindu senja mengapa sampai sekarang dia belum menghubungiku apakah senja sesibuk itu. Sekitar 10 menit kemudian muncul 2 pesan diterima dengan pesan yang sama.




Aku sedikit lega mendapat pesan itu, setidaknya senja tidak lupa memberikan kabar meskipun aku bukan pacar senja. Heheh.
****
Sore ini aku ria, ammah dan mba yeni bergegas menuju gor jatidiri untu jogging sebenarnya aku berniat mengajak senja. Namun dia tidak  kunjung membalas akhirnya aku tetap berangkat dengan teman-teman sekosku.
Aku  baru mengelilingi lapangan satu kali namun rasanya sudah sangat lelah padahal biasanya aku kuat sampai tiga kali. Aku memutuskan untuk istirahat. Teman-temanku masih bersemangat untuk jogging . Apalagi si ria dia sedang diet ketat supaya bisa masuk audisi modeling. Seorang laki-laki dengan keringat bercucuran duduk disampingku “hai tang” sapanya. “eh awan hey juga” sahutku . Kami mengobrol sejenak sampai akhirya hari mulai sore dan kami memutuskan pulang.
Malam ini aku sudah menata baju di tas ranselku karena besok aku akan menemani senja perlombaan trabas di kebumen. Senja memang sangat senang dengan dunia otomotif dan balap.
Pagi itu aku sangat senang bisa menemani senja untuk lomba namun aku tidak tau bahwa hari itu akan menjadi awal petir yang menyambarku.
Senja sudah mulai latihan di sirkuit. Aku hanya tersenyum memadang senja yang sedang latihan. Dia punya banyak kenalan perempuan disini . Sedikit panas ketika teman-teman perempuan mulai mengerubungi senja. Namunn tiba-tiba dia menghampiruku “hey putri alis gundul, bergigi gingsul, gimana latihanku keren ga” . “keren banget bosqoe” sahutku sambil kuacak rambut senja.
Matahari mulai naik jarum jam sudah menunjukan pukul 08:00 WIB. Artinya sebentar lagi perlombaan akan dimulai aku duduk disebelah senja. Kupegang tangannya “kamu semangat ya, kamu ga boleh kenapa-napa” entahlah perasaanku mulai campur aduk. Senja makin erat mengenggam tanganku “aku janji ma, aku sayang kamu” seketika jantungku berdegup kencang ternyarta apa yang dirasakan senja sama denganku. Air mataku menglir bercucuran rasanya bahagia juga campur aduk.
Diputaran pertama senja masih memimpin. Aku tetap berdoa perasaanku entah rasanya ada yang mengganjal. Seketika awan mulai mendung namun perlombaan tetap dilanjutkan. Begitu sampai putaran ke tujuh . Motor croos nomer enam belas tiba tiba oleng dan terjatuh serta ditabrak pembalap belakangnya. Terjadi kecelakaan beruntun. Tim evakuasi langsung membawa korban ke RS terdekat. Perjalan ke Rumah Sakit aku hanya bisa menangis sambil berdoa. Kondisi Senja kritis, dan Tuhan berkehendak lain senja tak tertolong. Hari itu ketika aku tahu kalau Senja punya perasaan sama denganku hari itu juga aku harus kehilangan senja. Seperti tersambar petir air mata ini masih mengucur deras. Tim balap senja masih menenangkanku.
****
Hari ini adalah hari wisudaku. Tepat Setahun setelah kepergian senja aku masih selalu menangis setiap kali aku melihat Senja sore. Seakan Senja sedang menyapaku agar aku tetap tegar. Semenjak kematian Senja aku sangat membenci hujan . Karena Hujan membuat Senjaku tak pernah tampak. Aku berjalan maju untuk menyematkan toga wisudaku dan memakai selempang bertuliskan Cumloude. Keluarga awan ikut hadir diacara wisudaku. Awan telah resmi melamarku tepat satu bulan lalu, dan kami akan berencana akan menikah ketika aku dan awan telah lulus S2. Namun satu hal yang tak pernah bisa aku hilangkan adalah hatiku masih milik Senja. Masih tetap untuk Senjaku di Kota Atlas  
Aulia rahma oktafiani gadis dengan tubuh mungil yang sangat menyukai tiga hal senja,bintang dan hujan. Dia adalah penikmat dan perindu senja. Dan pecandu hujan , serta pemuja bintang dimalam hari.

Minggu, 18 Desember 2016

surat untuk pak naka :) Assalamualaikum Wr.Wb Selamat malam juga dosenku mata kuliah penulisan media masa Bapak Setia Naka Andrian yang tidak pernah kehabisan ide dalam menggoreskan karya-karyanya atau pun memberikan sejuta manfaat yaitu setumpuk tugas untuk mahasiswa-mahasiswanya. Alhamdulillah hari-hari saya berjalan lancar pak, meskipun ada bebeapa kendala seperti di hantui berbagai tugas yang terus mengikuti dan berkecamuk agar segera saya seleseikan. Saya membalas surat dari Bapak Naka dalam keadaan lelah setelah pulang kuliah. Namun entah mengapa rangkaian kata-kata yang ada di dalam surat bapak membuat saya sumriah entah karena kata-katanya yang lucu atau karena memang pak Naka juga yang lucu.heheh. Didalam surat ini saya akan berterus terang terang dengan pertanyaan-pertanyaan yang Bapak sampaikan . Begini Bapak bukannya saya pandai menutup-nutupi segala kekurangan ataupun mengurangi segala kelebihan yang pertama dipengearuhi faktor yang paling besar adalah malas, capek dan belum ada motivasi atau greget untuk membaca walaupun berbagai tulisan yang saya baca sering dikatakan kalau mahasiswa itu dibedakan dengan 1. Budaya Membaca, 2. Budaya Menulis dan yang terakhir adalah Buadaya Aksi atau berani menentang yang salah namun saya belum bisa menerapkan dalam kehidupan saya. Saya masih melakukan membaca sebagai hiburan saja. Malas bicara sebenarnya mungkin bukan malas , tetapi ada banyak kendala seperti sulit merangkai kalimat untuk dikemukakan, lalu malu, kurang percaya diri, dan takut salah sudah down terlebih dahulu. Didalam surat ini juga saya ingin meminta tips ataupun cara Kepada Bapak, supaya faktor atau kendala-kendala di atas bisa dihilangkan atau setidaknya bisa berkurang. Apa perlu dengan latihan apa saja mohon di jawab ya Pak? Dan bagaimana agar saya dapat menulis esay atau puisi yang setidaknya layak dibaca dan bernilai atau pun bermanfaat. Terima kasih. Selanjutnya saya pribadi sangat berterima kasih kepada Bapak . Karena selalu memaksa untuk membaca, membeli buku, membaca koran yang tentunnya mempunyai manfaat dan kebaikan untuk saya dikemudian hari. Bapak juga tidak pernah bosan memberi tugas yang berkejubun yang jujur membuat saya sendiri sering mengeluh apalagi diberi batasan esai minimal 5000 karakter. Sungguh menyebalkan namun saya juga sadar itu demi kebaikan kami semua namun kami tidak tahu diri khususnya saya. Padahal Bapak sudah semaksimal mungkin supaya saya dan teman-teman mampu menulis dan mempunyai budaya membaca serta mau berbicara atau berpendapat dihadapan Bapak Naka. Terima kasih Bapak Naka . Anda adalah sosok dosen yang baik hati, tidak sombong dan suka menolong. Pak Naka saya sadari saya belum mengetahui atau paham atas diri saya sendiri . Saya masih bingung sebenarnya apa potensi yang ada dalam diri saya . Saya suka membaca, saya senang menulis puisi ataupun crita namun mungkin saya sadari saya belum serius dan karena faktor malas yang menghantui. Jujur saya ingin seperti Bapak . Aktif , rajin menulis, pandai membuat puisi dan cerpen serta aktif berorganisasi. Jika Bapak bertanya beberapa buku yang saya baca saya lupa. Namun bulan-bulan ini saya katakan saya sangat jarang membaca. Novel hanya novel dengan Judul Sempurn yang saya pinjam dari kaka tingkat saya. Lalu saya juga membaca buku Wira Nagara dengan judul “Distilasi Alkena” yang saya beli di gramedia. Namun saya banyak belajar di UKM yang baru saya ikuti yaitu vokal dan Organisasi eksternal yang program kerja nya setiap minggu kita berdiskusi mengenai buku atau pun film. Seperti malam kemarin kita berdiskusi buku dengan judul “Budaya Pesantren” yang bertempat di kolong perpus di temani UKM teakwondo yang sedang latihan di samping tempat kami berdiskusi. Mungkin cukup sekian curhatan yang dapat saya sampaikan kepada Bapak. Apabila ada kata yang tidak berkenan saya mohon maaf. Wasalamuaiakum Wr.WB Aulia Rahma Oktafiani
Aspirasi-aspirasi di Balik Pementasan Lawak Teater dan Sebuah Monolog Aulia Rahmah Oktafiani/3D/15410145 Selasa04/10/2016 Pementasan yang di persambahkan oleh Teataer Gema UPGRIS dengan djudul Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah di Gedung Pusat Lantai 7. Dari pementasa tersebut bukan hanya mampu menghibur penonton tapi membuat penonton takjub dengan keberhasilan pemain mengusai naskah drama ataupun monolog. Menurut saya Teater Gema adalah UKM yang sangat maju di Universitas PGRI Semarang . Tidak hanya eksistensi dalam acara kampus tapi mereka juga selalu mengadirkan karya-karya yang perlu di acungi jempol. Teater yang di tayangkan pun memiliki ciri khas yang berbeda-beda . Pantas saja jika penikmatnya selalu bertambah. Seperti pementasan kali dengan djudul Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah. Di awali dengan seorang ayah yang tidur di depan rumah dan terbangun sambil memangil nama anaknya dan belum siap untuk berpisah. Selanjutnya kembali ke cerita awal tentang Jaka Tarub yang bermimpi menikahi bidadari dan bercerita kepada Kang Bowo. Dalam sesi ini Kang Bowo memberikan motivasi yang terkandung dalam drama tersebut adalah “Menatap Masa Depan Kaki yang Tegap Kita Sosong hari Esok yang Penuh Misteri”. Pada suatu Hari Jaka Tarub sedang berburu di Hutan. Namun Jaka Tarub tidak mendapatkannya. Lalu tiba-tiba datang tujuh Bidadari dari atas bagian Panggung yang di setting seperti langit dan Bidadari itu turun dari langit . Lalu mereka turun untuk mandi ke bumi . Jaka Tarub mengintip di belakang semak-semak untuk melihat bidadari-bidadari mandi dia pun mengambil salah satu selendang biddari yang diletakan di atas batu. Selanjutnya Jaka Tarub dan Bidadari yang bernama Nawang Wulan pulang ke rumah untuk melangsungkan pernikahan seperti janji Nawang Wulan. Selanjutnya drama di sisipi dua lawak yaitu Tomo dan Topo yang sangat menghibur penonton . Dalam lawak tersebut ada banyak pelajaran yang dapat di petik. Tomo dan Topo adalah dua orang yang sedang berkampanye untuk mencalonkan lurah. Percakapn mereka seperti pelajaran menjalankan sunah tapi tidak menjalankan kewajiban dan hal-hal lucu lainnya. Seperti warga dan wargi mempunyai filosofi yaitu pada intinya walaupun individual tapi harus menjadi masyarakat yang baik. Namun di kemas dalam lawak khas Tomo dan Topo yang menghibur penonton. Guyonan tentang tes jasmani atau fisik menurut saya sangat bagus mengenai telinga kanan dan kiri harus sinkron . Pesan yang terkandung adalah tingkah laku manusia itu harus sinkron. Pandangan atau perspektif orang yang berbeda juga di bubuhkan di situ. Dalam sesi ini juga banyak celetukan-celetukan yang di layangkan kepada para calom pemimipin yng sedang marak di daerah- daerah di Indonesia. Pemimpin hakikatnya adalah melindungi, mengayomi dan mensejahterahkan warganya . Maka dari itu hal- hal seperti seleksi pemilihan wakil rakyat harusnya sangat ketat bukan hanya ketat uangnya . Indonesia tidak kurang orang cerdas tapi Indonesia minim orang Jjujur. Setelah drama Jaka Tarub selesei di lanjutkan dengan sesi Monolog Balada Sumarah yang di mainkan oleh Sri Minarti yang sangat Totalitas . Di mulai dengan seorang pemain yang berada di dalam kotak lalu tangannya menjulang ke atas. Bercerita tentang seorang Sumarah yang tidak pernah mendapatkan keadilan di negaranya sendiri karena ayahnya di pandang sebagai PKI . Sumarah selalu dibuai,di caci , di maki sampai dia meminta surat bersih pun tidak diterima . Dari hal ini ada pelajaran lagi yang dapat kita ambil adalah kebiasaan buruk masyarakat dan sistem pemerintahan kita tidak mudah memaafkan. Dalam monolog tersebut penderitaan-penderitaan yang di alami Sumirah sejak kecil sampai ia dewasa . Dia tidak pernah mendapatkan keadialan seharusnya salah satu wakil rakyat menonton drama tersebut agar mengerti suara mayarakat yang belum terealisasikan. Sumarah binti Sulaiman peraih NEM tertinggi di SMA yang tidak pernah mendapatkan keadilan di negerinya sendiri akhirya memimlih menjadi TKW di negeri Jiran berharap Negeri tetangga dapat mengubah nasibnya itu. Ijazah hanya di gunakan sebagai pencuci baju, tukang nyetrika dan pembantu atau budak bagi majikannya. Dia kembali merasakan penderitaan di negara orang . Nasib masih sama gajih nya selama seatahun hilang , beku dengan alasan tidak jelas majikannya. Sumarah selalu di siksa sampai di perlakukan tidak senonoh sumarah di perkosa. Sumarah pun geram sejak dulu dia selalu di anggap salah walaupun tidak bersalah. Akhirnya Sumarah nekad membunuh Tuannya . Ia mengaku salah iya ingin tahu rasannya salah yang ia rasakan walaupun ia tidak bersalah. Dia tidak akan menyewa pengacara karena uang pun tak punya . Sumarah siap di hukum mati. Ia tidak yakin bahwa keadilan negaranya pun akan membelannya. Karena dari dulu Sumarah sudah di campakan bangsanya sendiri . Monolog yang di bawakan oleh Sri Minarti sangat apik, luwes dsan menghayati . Saya pun sangat merinding dengan peran yang di persembahkan oleh Sri Minarti . Apalagi saat adegan peraih Nem tertinggi dan adegan di siksa oleh tuannya sungguh peran yang sangat bagus dan bukan sembarang monolog. Saya samgat mengapresiasinya.
Apatis atau Aktifis, Sumpah Pemuda Semakin Krisis Aulia Rahmah Oktafiani/15410145/3D Pertunjukan yang dipersembahkan lagi oleh teater gema dengan menggandeng UKM dan Ormawa-lemawa lainnya pada tanggal 28 Oktober 2016, bertempat di Halaman Gedung Utama Universitas PGRI Semarang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Pertunjukan dibagi menjadi dua sesi yang pertama adalah pertujukan parede orasi dari mahasiswa mengenai sumpah Pemuda dan harapan-harapannya untuk mahasiswa kedepannya dibarengi dengan beberapa mahasiswa yang memainkan Tablo yang menggambarkan tentang Sumpah Pemuda. Menengok sejarah Sumpah Pemuda memiliki arti yang sangat penting . Pada tanggal 28 Oktober 1928 ketika negara Indonesia masih menggunakan kesukuan dan kedaerahan maka Sumpah Pemuda yang diikrankan pada saat itu berhasil menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme serta yang terpenting adalah menyatukan bangsa Indonesia yang berbeda-beda namun tetap sama (Bhineka Tunggal Ika) dari Sumpah Pemuda sebagai tonggak dan pondasi lahirnya Indonesia. bertumpah darah satu,berbangsa satu dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Dengan berkembangan zaman dan arus globlalisasi muncul masalah yang rumit dengan lahirnya para mahasiswa yang apatis. Selain itu juga lahir mahasiwa aktifis tetapi bukan seperti para pemuda dulu yang turu kejalan tetapi mempunyai solusi masalah tidak seperti sekarang yang hanya bisa memaki tanpa memberi polusi. Mahasiswa adalah sayap kanan bangsa ,penggerak perubahan Indonesia . Pada awal Indonesia mengalami inflasi para pemuda lah yang berani turun ke jalan menyapaikan ansipirasi rakyat mereka para perindu kemenangan dan kesejahteraan. Namun yang sangat disayangkan adalah tingkat mahasiswa apatis atau lebih sering di sebut kupu-kupu lebih banyak di banding mahasiswa yang masih peduli atau aktif terhadap negara. Contohnya mereka lebih suka dengan dunia globlalisasi seperti belanja di banding membeli buku . Mencari informasi membuat karya karena mahasiswa di bedakan karena tiga hal yaitu membaca, menulis dan berani aktif bukan hanya berfoya-foya mengahabiskan uang saku dari orang tua dengan hal yang tidak bermakna dan tidak ada manfaatnya. Sumpah pemuda sebagai pemersatu bangsa tampaknya sudah mulai krisis dan terkikis dengan terjadinya bentrokan atau perang dingin antar organisasi kecil atau bermain hal yang tidak sehat, atau antar kampus bahkan antar agama padahal mereka telah bersumpah bahwa tanah air satu, bersumpah darah satu dan berabahasa satu namun sumpahnya tidak bisa di buktikan. Sesi kedua adalah parede budaya dari UKM Teater Gema dengan hal kreatifitasnya yang menarik. Dari contoh tersebut kita sebagai mahasiwa harus mencontoh kepada para aktifis kampus yang mendominasi hal positif dengan merayakan dan menghormati perjuangan sejarah pemuda Indonesia. Dari hal ini dapat membantu membentuk karakter para pemuda dengan dibiasakan hal positif dan akan masuk dunia pers pun bukan hal negatif yang di terbitkan. Selain itu dapat mengembalikan hal seharusnya yang ditetapkan atau kriteria sesungguhnya seorang mahasiswa. Seorang siswa dengan tingkat tertinggi yang mampu membawa perubahan. Pada saat sesi kedua yang di mulai puku 19:00 juga tampil beberapa UKM seperti UKM Gisma Choir yang bernyanyi dengan kolaborasi UKM Immortal Universitas PGRI Semarang benar-benar penampilan yang indah dan memukau. Halaman Gedung Utama seakan dibanjiri penonton yang ingin menyaksikan malam puncak Hari Sumpah Pemuda. Selain itu Universitas PGRI semarang juga dalam rangka acara puncak perayaan Bulan Bahasa Universitas PGRI Semarang dengan penampilan tari kreasi yang dikuti oleh 28 peserta dari fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni . Hal itu merupakan pembentukan karakter dan suntikan identitas mengenai seni budaya Indonesia agar mereka tidak lupa dengan warisan bangsa walaupun tetap mengikuti arus zaman. Dengan adannya kebiasaan positif yang diberikan kepada pemuda merupakan pembelajaran agar mereka siap mengahadapi persoalan-persoalan yang di hadapi bangsa ini. Membenarkan hal-hal yang masih salah dalam seperti KKN (korupsi,kolusi, dan nepotisme) dengan aksi turun kejalan menyampaikan aspirasinya. Kembali membuktikan sumpahnya mengenang ,memahami makna yang terkandung dalam ikrar sumpah pemuda. Ketika para pemuda membuang egonya , bersatu demi bangsa dan negaranya. Indonesia adalah negara dengan perkembangan pemudanya yang sangat baik. Sudah semestinya tugas pemuda untuk menjadi agen sosial, penerus,pengontrol dan hal apa saja yang ada di bangsa ini. Sehingga bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan kembali dipuja-puja bangsa lain. Seperti pada liri lagu tanah air beta. “selalu dipuja-puja bangsa”. Menguntip kalimat dari Bapak presiden kita , kata-kata yang sangat bijak untuk motivasi pemuda-pemuda bangsa ini “ Perjuanganmu jauh lebih berat, perjuanganku melawan penjajah ,sedangkan perjuanganmu melawan bangsamu sendiri” dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa bangsa ini membutuhkan pemuda-pemuda yang berkarakter,berkomitmen dengan janji dan sumpahnya. Aulia Rahma Oktafiani, Mahsiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Semarang. Pencinta,Perindu,dan Penikmat Senja.

Resensi



Gema Teater yang Menggelegar

Menanggapi esai yang ditulis Sari Otavia dalam rangka membuat tanggapan yang di tunjukan untuk Seni “Pemetasan Teater Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah”. Pementasan tersebut adalah persembahan dari UKM Gema Universitas PGRI Semarang yang tak pernah kehabisan ide kreatifnya dengan segudang skenario yang mampu menghibur para penonton.
Didalam esai tersebut Sari Otavia memberi judul esainya “Teater yang Menggema”  saya setuju dengan judul tersebut karen teater tersebut begitu menggema bukan hanya dari pemainnya yang menggema tetapi juga dari banyaknya penonton yang terhibur juga ikut menggema. Seperti nama teater tersebut Teater Gema. Namun disini saya hanya menambahkan sedikit dari pementasan tersebut tidak hanya menggema tapi juga menggelegar karena pertunjukan tersebut mampu menghibur dan menghipnotis penonton yang datang. Tentunya Teater Gema telah mempersiapkan  sedemikian rupa dari setting panggung yang sangat kreatif dan menarik.
“Pementasan Teater Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah” disajikan dalam dua kali penayangan yaitu sesi sore pukul 16:00 dan sesi malam atau sesi kedua pukul 19:00. Esai yang ditulis Sari sangat terperinci dia menceritakan kembali drama yang dia tonton namun lebih ringkas dan hanya inti-intinya saja. Seperti saat Pemuda Jaka tarub yang menikahi seorang bidadari. Namun sedikit menmbahkan yang di tulis sari kembali kurang jelas karena tidak di sebutkan dahulu prolog dari pentas Jaka Tarub dan bagaimana alurnya masih kurang jelas contohnya Sari menulis seperti “Pentas Jaka Tarub menceritakan tentang kisah seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub Seorang Bidadari bernama Nawang Wulan.” tapi sudah bagus karena dari esai tersebut juga di ceritakan bagaimana ending ceritanya. Sari menyebutkan dari pementasan tersebut banyak pesan moral yang dapat diambil seperti bagaimana mengemas pertunjukan itu,pesan moral apa saja yang dapat dipetik dan penataan panggung serta faktor pendukung lainnya. Akan lebih baik jika pesan moral dan penataan lebih dideskripsikan lagi supaya lebih berisi dan lebih jelas untuk dipahami.
Selain pertunjukan teater juga seperti judul dari pementasan tersebut juga menampilkan Monolog Balada Sumarah yang berhasil memenangkan lomba PEKSIMIDA tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jawa Tengah ke tingkat Nasional. Dalam episod monolog Sari Otavia lebih detail dalam mendiskripsikan esainya . Sumarah adalah seorang anak perempuan yang dituduh dari seorang anak PKI dan tidak pernah mendaptkan keadilan di Negaranya tersebut karena hal itu. Akhirnya Sumarah memutuskan untuk ke Negeri Arab menjadi Tenaga Kerja Wanita dan berharap menjadi TKW mampu mengubah nasibnya agar memperoleh keadilan dan kesejahteraan. Tetapi memang nasib malang Sumarah yang ia harapkan semua sirna semuanya tidak sesuai harapannya. Dia kembali mendapatkan perlakuan yang tidak etis,disiksa,di tuduh dan sampai di perkosa . Gajih Sumarah juga dibekukan majikannya dengan alasan yang tidak jelas. Jujur pada saat adegan yang dimaikan oleh Sumrah saya menambahkan sedikit sangat membuat merinding . Penampilan dari Pemain Sumarah sangat totalitas dan mampu membuat penonton merinding tentunnya. Walaupun akhirnya Sumarah marah dan memilih untuk membunuh majikannya tersebut dan dia mengaku salah. Namun dari esai tersebut sari kurang mengemas kata-kata dan kalimat-kalimat tersebut karena ceritanya kurang runtut dan menjadi kurang menggugah selera.
Singkat cerita dari Pentas Monolog dan berakhir juga pementasan Sari juga Mengulasnya Monolog Balada Sumarah seperti kehidupan nyata yang kerap terjadi. Saya sangat stuju karena tentunya menurut saya si sutradara membuat naskah teks monolog tersebut dengan kejadian yang ada di Indonesia  hanya saja di bumbuhi dengan imajinasinya. Seperti yang di sebutkan Sari Otavia TKI atau TKW asal Indonesia banyak yang di hakimi semena-mena tanpa mendapat perlindungan dan HAM di negeri orang.
Dari drama tersebut Sari menulis bahwa Pemerintah sangat Ironis dengan membiarkan masyarakatnya yang menjadi TKW dan TKI yang mendapat kesulitan tapi dibiarkan saja. Dari hal ini merupakan sindiran-sindiran yang dilayangkan kepada pemerintah untuk memberi keadilan kepada mereka yang membutuhkan. Karena dari banyaknya kasus yang ada mengenai dan penyiksaan sampai pembunuhan TKW/TKI hanya satu ,dua yang di selesaikan pemerintah dengan cara damai lainnya hangus ,hilang ditelan masa.
Sari otavia memberikan tanggapannya setiap drama atau teater disajikan secara runtut apik dan berkesan bagi penikmatnya. Tidak hanya itu menurut saya pertunjuka tersebut juga seaakan membuat panggung Gedung Pusat Lantai 7 yang disetting sedemikian rupa  seakan ikut bergetar dan menggelegar dengan adanya pertunjukan tersebut. Penampilan tersebut dapat bagus tentunya di latih serta di dukung dengan perjuangan dari para pemain dan crew yang tak pernah lelah dalam latihan,kerja sama antar perlengkapan dan lain sebagainya. Sari otavia menyebutkan dalam esainya bermain peran mampu melatih kecerdasan,intelektual, cepat tanggap,imajinatif,kreatif,ketrampilan dan mengapresiasi hasil karyanya tentunya juga bermanfaat serta mampu menghibur penontonnya yang datang dari berbagai prodi khusunya PBSI dan tamu dari pecinta taeter lainnya.
Aulia Rahma Oktafiani Mahasiswa Pendidkan Bahasa dan Sastra Insonesia , Universitas PGRI Semarang. Pecinta dan Perindu Senja di kota Atlas.