Minggu, 23 September 2018



Autobiografi Aulia  Si Gadis Mungil

Nama saya Aulia Rahma Oktafiani, biasa diapanggil aul, au atau dedek haha karena ukuran badan bisa dibilang imut, mungil dan minimalis. Saya lahir di Pemalang,01 Oktober 1997. Saya anak bungsu dari 2 bersaudara. Orang tua saya adalah Ayah seorang PNS dan Ibu sendiri adalah IRT. Saat ini saya masih menenpuh pendidikan strata satu di perguruan tinggi swasta Universitas PGRI Semarang. Riwayat pendidikan saya adalah mulai dari tamankanak-kanak Muslimat Belik, SDN 03 Belik, dan Mts Sunan Pandan Aran Yogyakarta beserta mondok di pesantren Sunan Pandan Aran. Untuk Sekolah menengah atas saya di MAN 1 Purwokerto. Untuk saat ini saya di Universitas PGRI Semarang saya adalah mahasiswa semester 7 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya juga masuk anggota Badan Eksekutim Mahasisswa Universitas PGRI Semarang bagian staf dari kementerian Seni dan Budaya. Saya memiliki Hobi membaca novel, Nonton film, dan jalan-jalan. Saya juga sangat suka muncak atau olahraga naik gunung dimana kita bisa meraskan ketrentaman yang sangat luar biasa. Walaupun hanya ada beberapa gunung yang baru saja saya kunjungi diantarannya Gunung Andong, Gunung Prau, Gunung Merbabu, dan Bukit-bukit yang ada di sekitar rumah saya.
Mungkin cukup sekian dari saya: gadis dengan tubuh mungil yang sangat menyukai tiga hal senja,bintang dan hujan. Dia adalah penikmat dan perindu senja. Dan pecandu hujan , serta pemuja bintang dimalam hari.



Tentang Senjaku di Kota Atlas
                                               Semarang, 01 Oktober 2016

Tut...tut..tut...
Jarum jam sudah menunjukan pukul 16:30 WIB. Kereta yang kutumpangi sudah berhenti di Stasiun Poncol. Hujan deras mengguyur Semarang. Aku masih duduk di tempat dudk stasiun poncol sambil menikmati teh hangat yang barusan kubeli sambil sesekali mengecek hp untuk menunggu balasan pesan yang kukirim untuk Senja.





Aku
Aku udah nyampai nja, tapi disini hujan. Kamu jemput nanti aja kalo udah reda ya .

 


Senja
iya tang, tunggu sebentar aku udah ditemenku minjem mantel satu lagi biar kujemput skrng aja ya :)

 
 






Aku hanya tersenyum tak kubalas pesan dari senja. Sambil mendengarkan musik . Sore ini memang tak begitu bersahabat tak bisa kulihat indahnya senja dikota ini. Namun aku juga menyukai hujan karena tiap tetes hujan yang jatuh ke tanah aku sangat menikmatinya dan bagiku sangat menenangkan. 
Aku sangat menyukai hujan, namun satu hal yang tak kusuka dari hujan di sore hari adalah ketka senja tak terlihat lagi.
Lima belas menit kemudian datang seorang pemuda memakai jas hujan warna hitam . Aku memanggilnya dengan suara agak keras “senja” . Dia menoleh dengan berjalan cepat kearah ku sambil tersenyum “maaf ya ma, lama ya, ini mantelnya dipakai dulu”
Senja memberikan jas hujan kepadaku. Aku berbisik kepada “hujan-hujan an yum”. Namun sayang dia menolak, senja bilang takut aku sakit padahal aku sangat suka hujan-hujan an.
Kami berjalan menuju parkiran. Perjalanan pulang aku hanya diam dibelakang pertanyaan senja tak jawab.. Tiba-tiba senja memegang tanganku “putri alis gundul jangan marah dong hehe”. Aku hanya diam alis gundul adalah panggilan yang senja berikan untukku. Sedangkan aku memanggil senja dengan sebutan alis bulu.
*****
Senja mengantarku sampai depan kosku. Senyumnya sungguh manis lalu dia berpamitan pulang “udah dong putri jangan marah, besok deh pas aku balapan trek ujan-ujanan janji” sambil mencubit pipiku . “iya iya janji ya “ sahutku dengan nada ketus”. Senja hanya mengangguk sekaligus berpamitan pulang. Aku hanya bisa memandan motor scoopy yang tak terlihat lagi.
Teman sekosku begitu aku sampai langsung berayahan berebut oleh-oleh yang ku bawa dari rumah.
Malam ini selesei aku mengerjakan tugas, aku memilih untuk istirahat. Aku tak bisa mengelak lagi kalo aku masih menyukai senja. Namun tiba-tiba ammah dan ria menggagetkanku “woiii ngelamun terus, ngelamunin sapa hayo”. Aku lumayan kesal namun aku memang sudah sangat terbuka dengan mereka , aku ceritakan semua kepada mereka . Tapi mereka kembali membuatku kesal mereka malah menggodaku. “cie senja cie pj pokoknya” sahut ria dan ammah menggodaku. Saking kesalnya kuputuskan untuk tidur.
****
Pagi itu aku sudah bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Aku memekai baju coklat polos dengan dipadukan dengan celana jeans dengan kerudung coklat bermotif kupu-kupu.
Saat kubuka gerbang terlihat seorang pemuda agak kebingungan duduk diatas motor beat putih, lalu aku berjalan menghampirinya “cari siapa ya mas”  tanyaku.
“cari amah mba, mau ambil baju batik kelas. Bisa tolong panggilin mba” jawabnya .
Aku memnaggil ammah agar segera keluar karena ditunggu temannya.
Diruang kelas Gedung A 405 kepalaku sangat pusing, akhir-akhir ini aku merasa kalau perutku sering sakit. Namun semuanya hanya kuanggap sepele menurutku hanya sakit maghku yang kambuh. Kuliahku selesei pukul 16:20 WIB. Aku berjalan dengan sari, firda,novia dan anita. Kepala semakin pusing seperti ada sesuatu di kepalaku.
Aku memutuskan untuk kegedung PKM untuk piket basecamp namun seketika
Bruk.... Aku merasa badanku ditopang seseorang yang ada dibelakangku.
Aku masih tersedar “kamu gapapa” kata dia samar-samar kudengar namun tubuhku ambruk dan dibopongnya. Aku tersedar pemuda itu samar-samar masih disampingku. Rasanya aku tidak asing dengannya. “kamu udah gapapa? Kamu temennya amahkan yang tadi pagi, namaku awan kamu siapa” tanya sambil tersenyum ramah dan memberikanku satu gelas teh hangat. Aku menjawab dengan suara lirih “iya mas, ini masnya yang tadi pagi kan? Nama saya bintang , makasih ya mas awan sudah menolong saya” awan  hanya mengangguk . Dia mengantarku sampai kosku, aku mengucapkan banyak terima kasih kepadanya.
Senja
Putri alis gundul maaf ya, aku baru pulang dari bengkel. Bsk lusa aku ada perlombaan trabas di sircuit kamu ikut ya :), baru sempet ngubungin kamu maaf ya. Selamat malam putri bintang si alis gundul :)











 
Jam sudah menunjukan pukul 24:00 WIB aku belum merasa mengantuk aku rindu senja mengapa sampai sekarang dia belum menghubungiku apakah senja sesibuk itu. Sekitar 10 menit kemudian muncul 2 pesan diterima dengan pesan yang sama.




Aku sedikit lega mendapat pesan itu, setidaknya senja tidak lupa memberikan kabar meskipun aku bukan pacar senja. Heheh.
****
Sore ini aku ria, ammah dan mba yeni bergegas menuju gor jatidiri untu jogging sebenarnya aku berniat mengajak senja. Namun dia tidak  kunjung membalas akhirnya aku tetap berangkat dengan teman-teman sekosku.
Aku  baru mengelilingi lapangan satu kali namun rasanya sudah sangat lelah padahal biasanya aku kuat sampai tiga kali. Aku memutuskan untuk istirahat. Teman-temanku masih bersemangat untuk jogging . Apalagi si ria dia sedang diet ketat supaya bisa masuk audisi modeling. Seorang laki-laki dengan keringat bercucuran duduk disampingku “hai tang” sapanya. “eh awan hey juga” sahutku . Kami mengobrol sejenak sampai akhirya hari mulai sore dan kami memutuskan pulang.
Malam ini aku sudah menata baju di tas ranselku karena besok aku akan menemani senja perlombaan trabas di kebumen. Senja memang sangat senang dengan dunia otomotif dan balap.
Pagi itu aku sangat senang bisa menemani senja untuk lomba namun aku tidak tau bahwa hari itu akan menjadi awal petir yang menyambarku.
Senja sudah mulai latihan di sirkuit. Aku hanya tersenyum memadang senja yang sedang latihan. Dia punya banyak kenalan perempuan disini . Sedikit panas ketika teman-teman perempuan mulai mengerubungi senja. Namunn tiba-tiba dia menghampiruku “hey putri alis gundul, bergigi gingsul, gimana latihanku keren ga” . “keren banget bosqoe” sahutku sambil kuacak rambut senja.
Matahari mulai naik jarum jam sudah menunjukan pukul 08:00 WIB. Artinya sebentar lagi perlombaan akan dimulai aku duduk disebelah senja. Kupegang tangannya “kamu semangat ya, kamu ga boleh kenapa-napa” entahlah perasaanku mulai campur aduk. Senja makin erat mengenggam tanganku “aku janji ma, aku sayang kamu” seketika jantungku berdegup kencang ternyarta apa yang dirasakan senja sama denganku. Air mataku menglir bercucuran rasanya bahagia juga campur aduk.
Diputaran pertama senja masih memimpin. Aku tetap berdoa perasaanku entah rasanya ada yang mengganjal. Seketika awan mulai mendung namun perlombaan tetap dilanjutkan. Begitu sampai putaran ke tujuh . Motor croos nomer enam belas tiba tiba oleng dan terjatuh serta ditabrak pembalap belakangnya. Terjadi kecelakaan beruntun. Tim evakuasi langsung membawa korban ke RS terdekat. Perjalan ke Rumah Sakit aku hanya bisa menangis sambil berdoa. Kondisi Senja kritis, dan Tuhan berkehendak lain senja tak tertolong. Hari itu ketika aku tahu kalau Senja punya perasaan sama denganku hari itu juga aku harus kehilangan senja. Seperti tersambar petir air mata ini masih mengucur deras. Tim balap senja masih menenangkanku.
****
Hari ini adalah hari wisudaku. Tepat Setahun setelah kepergian senja aku masih selalu menangis setiap kali aku melihat Senja sore. Seakan Senja sedang menyapaku agar aku tetap tegar. Semenjak kematian Senja aku sangat membenci hujan . Karena Hujan membuat Senjaku tak pernah tampak. Aku berjalan maju untuk menyematkan toga wisudaku dan memakai selempang bertuliskan Cumloude. Keluarga awan ikut hadir diacara wisudaku. Awan telah resmi melamarku tepat satu bulan lalu, dan kami akan berencana akan menikah ketika aku dan awan telah lulus S2. Namun satu hal yang tak pernah bisa aku hilangkan adalah hatiku masih milik Senja. Masih tetap untuk Senjaku di Kota Atlas  
Aulia rahma oktafiani gadis dengan tubuh mungil yang sangat menyukai tiga hal senja,bintang dan hujan. Dia adalah penikmat dan perindu senja. Dan pecandu hujan , serta pemuja bintang dimalam hari.