Minggu, 20 Desember 2015



Dampak Sinetron bagi Generasi Penerus Bangsa

Kita pantas bangga dengan perkembangan pertelevisian di Indonesia yang berkembang sangat pesat , di tandai dengan persaingan sengit antar stasiun televisi dengan berlomba menayangkan acara yang sedang trend atau paling di minati. Tayangan – tayangan  yang di suguhkan bermacam – macam mulai dari kabar berita, gosip bahkan sinetron atau drama. Informasi yang disuguhkan juga memberi informasi yang akurat dan objektif untuk membantu persoalan di berabagai bidang.
Bukan hanya itu media televisi juga menyangkan acara – acara yang lebih inovatif seperti talkshow,diskusi , dan edukasi yang berbau pendidikan lainya. Televisi adalah media terbaik bagi semua umur untuk bersantai mulai dari kartun sam drama sinetron.
Sayangnya televisi sekarang lebih banyak menyangkan cerita dalam bentuk sinetron yang jam tayang nya tidak sesuai. Dimana sinetron dan drama menjadi trend pertelevisian di Indonesia.
Zaman dulu kita masih sering menumukan serial anak – anak tidak seperti sekarang yang kebanyakan stasiun televisi lebih sering menyangkan sinetron yang  ceritanya tidak mendidik . seperti kasus yang dialami bocah malang bernama has yang akhirnya tewas akibat di keroyok lima temannya karena meniru adegan laga di senetron 7 Manusia Hariamau. Dari kasus tersebut siapa yang lantas disalahkan lalu tugas KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) itu apa ? itu lah yang saat ini masih saya pertanyakan . seharusnya KPI lebih jeli saat menyeleksi acara sebelum di tayangkan agar tidak jatuh korban kembali.
Dalam menggaet perhatian pemirsa stasiun televisi saling berlomba . Dalam menayangkan acara dengan melihat trend dan paling banyak disaksikan penonton, dengan asumsi menaikan rating mereka agar royalty semakin banyak . salah satu acara yang paling banyak ditayangkan di stasiun televisi nasional swasta adalah sinetron . Sinetron adalah cerita yang berisi hiburan yang seharusnya di peruntukan untuk orang dewasa namun jam tayang nya memungkin anak – anak bisa menonton. Itu lah kendalanya karena KPI kurang bijak dalam menetukan waktu tayang.
Sinetron biasanya berisi tentang kehidupan remaja , kisah percintaan , samapai hal – hal yang mustahil seperti siluman ataupun cerita mistis lainya bahkan menceritkan tentang kehidupan rumah tangga sampai ke problematika.
Sangat tidak layak apabila anak menonton senetron karena isi ceritanya pun tidak pas . disini membutuhkan pengawasan orang tua untuk memilihkan serta memberi arahan kepada anak acara yang sesuai dengan umurnya. Tidak hanya itu orang tua juga harus memberi batasan menonton televisi agar anak tidak menjadi pemalas dan kecanduan . karena terlalu banyak menonton televisi dapat menyebabkan anak kehilangan konsentrasi terhadap perkembangan mental dan jiwa seorang anak.
Masa anak – anak dan masa remaja adalah vase perkmbangan kehidupan yang sangat penting. Sehingga apapun yang diberikan akan mudah ditangkap dan tiru . Karena daya ingat mereka masih tajam.  Dampak dari terlalu sering menonton sinetron mungkin tidak begitu kelihatan. Namun, anak akan mengalami sulit berkonsentrasi, obesitas karena ketika menonton televisi menimbulkan jenuh yang diselingi dengan makan cemilan berlebihan . tidak hanya itu dampak yang akan muncul seperti kesehatan mata, perkembangan psikologi, perkembangan fisik dan bahkan masalah moral.
Untuk melihat keruskan akibat kecanduan sinetron sudah banyak terjadi dilingkungan kita. Misalnya, anak akan malas melakukan kegiatan selain menonton televisi dan sangat tergantungan dengan televisi. Bahkan mereka rela tidak berangkat les atau ekstrakulikuler agar dapat menonton sinetron kesayangan mereka.
Dampak lain dari sinetron adalah anak akan ketergantungan dengan televisi . mereka juga lebih banyak meniru gaya dari aktor  kesayangan mereka dari gaya bicara , pakaian , sampai tingkah laku. Seperti yang dikatakan para psikolog “what they see is what they do” ( apa yang merka lihat adalah apa yang mereka kerjakan ).
Selain itu adalah masalah vulgarisme dan ponografi dari tayanga – tayangan sinetron.  Gaya hidup dan fashion yang sering diperankan biasanya berbau kebarat – baratan yang tidak sesuai dengan ilai – nilai dan norma –norma yang ada di masyarakat . hal ini telah banyak ditiru oleh anak – anak indonesia seperti memakai pakaian sexy serta pergaulan bebas antar lawan jenis yang melampaui batas – batasan.
Krisis moral akan muncul apabila masalah ini tidak dihentikan. Keadaan ini akan semakin parah apabila orang tua tidak mampu memberi perhatian juga arahan kepada anak – anaknya . Sebuah penelitian American Psycology Association (APA) pada tahun 1995 . “bahwa tayangan yang bermutu akan mempengaruhi prilaku baik seseorang, dan tayangan yang tidak bermutu akan mendorong orang melakukan hal buruk”. Penelitian tersebut menyimpulkan prikalaku buruk seseorang adalah pelajaran yang diterima saat kecil.
Kehadiran televisi swasta nasional di Indonesia paptut diacungi jempol dengan menayangkan informasi yang dibutuhkan . Namun, yang di sayangkan disini tayangan televisi lebih mementingkan rating tidak melihat dampak negatif yang akan terjadi . Nilai – nilai dan Norma – norma pun tidak dihiraukan lagi.
Indonesia membutuhkan generasi muda yang teguh dengan moral berpegang kepada Pancasila dan Undang – undang dan berprinsip demi kemajuan bangsa dan negara. Moral dan prinsip itu sangat penting karena Indonesia adalah negara yang menjungjung tinggi Nilai – Nilai dan Norma – norma yang diambil dari uraian Pancasila dan Undang – undang dasar sebagai pondasi dasar negara. Menonton televisi secara sehat harus dimulai sejak dini  supaya moral dan prinsip generasi bangsa tidak rusak.

Selasa, 27 Oktober 2015



Tugas Seorang Guru
Oleh : Aulia Rahma

      Guru adalah seorang yang menjadi suri teladan bagi masyarakat dan murid-muridnya. Bukankah guru itu di gugu lan tiru ? Tapi tidak cukup sampai disitu .Guru mempunyai kewajiban yang harus diemban baik dinas maupun diluar dinas dalam pengabdianya. Ada tiga jenis tugas guru yang harus diembannya , yakni tugas dalam bidang profesi,tugas kemanusian , dan bidang kemasyarakatan.
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar , dan melatih .
Mendidik berarti memberikan ilmu atau meneruskan dan mengembangkan nilai - nilai hidup agar menjadi lebih baik. Mengajar berarti mengajarkan ilmu atau pengetahuan kepada muridnya untuk mengembangkan ilmunya menjadi bermanfaat dalam mengembangkannya. Sedangakan melatih berarti mengajar ketrampilan - ketrampilan peserta didik untuk di asah agar terbuka bakat peserta didik.
      Tugas guru sebagai tugas kemanusian berada di lingkungan sekolah karena guru harus mampu menjadi orang tua kedua bagi muridnya , dan juga harus mampu menjadi motivator untuk para pesrta didik agar mempunyai semangat yang tinggi sebagai penerus kemajuan bangsa sehingga peserta didik lebih giat belajar.
       Tugas guru sebagai teladan bidang kemasyarakatan adalah guru slalu lebih di hormati di lingkungannya karena dari seorang guru masyarakat berharap akan mendapat pengetahuan. Ini berarti kewajiabn guru untuk mencerdaskan masyarakat dan mengubah pemikiran mereka bahwa pendidikan lebih penting dari pada harta.
        Untuk kurikulum 2013 guru diberi kewjiban yang harus diembannya untuk membentuk pendidikan karakter peserta didik agar lebih kreatif, aktif , dan lebih mandiri dalam mencari materi , di sini tugas guru untuk menjadi fasilitator untuk para pesrta didik sangat dibutuhkan .
         Selain tugas yang harus di embanya guru mempunyai syrat yng tertera dalam undang - undang No. 20 Tahun 2003tentang sisdiknas pasal 42 ayat (1). “ Pendidik harus memiliki kualifikasi minium sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, seahat jasmani dan rohaniserta memiliki kemampuan untuk kemajuan pendidikan nasional” lalu dijelaskan lagi di undang - undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 8, 9, dan 10 . Pasal 8 yang berbunyi  “Guru wajib memiliki kulifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani memiliki kemampuam untuk mewujudkn pendidikan nasional”.
Pasal 9 berbunyi “kualifikasiakademik diperpleh sebagaimana dijelaskan dalam pasal 8 melalui program sarjana atau diploma empat. Sedangkan pasal 10 berbunyi “ Kompetensi guru sebagaiman pasal 8 meliputi kompetensi kepribadian, sosial , dan profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi .
Maka setiap orang pasti setuju bahwa harus menjadi teladan yang baik bagi siswa dan masyrakat. Artinya yang harus disoroti disini semangat guru dalam mengemban tugas nya yang mulia.

Secara sederhana dapat disimpulkan antara guru sejati dan guru yang tidak profesional. Guru sejati yang menjalan kan tugasnya dengan semangat dan keikhlasan dalam mendidik anak bangsa . seperti tertera dalam hadist “sebaik - baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia”. Sedangkan guru yang tidak profesional adalah meraka yang berorientasi pada “rupiah” tanpa mempedulikan apa yang dibutuhkan peserta didiknya. Mengajar tanpa mendidik , hanya memenuhi presensi guru yang seperti ini yang perlu di tindak lanjuti karna tidak mampu mengemban tugas nya dengan baik. Maka dari itu jadilah guru sejati demi kemajuan bangsa dan Negara .
      


Sajak Rinduku


Jika jarak adalah sebuah jeda
Rindu masalah waktu
Hanya dengan doa ini yang dapat kukirim tentang
Sajak kerinduanku.
Jika malam tiba sepi melanda
Fikiranku terbang melayang memikirkan mu bersama terbangnya pertanyaan kapan pertemuan itu datang.
Untuk mu seorang yang aku cinta bertahan lah dengan jarak ini, percayalah bahwa kaulah yang ku cinta.
karena rasa nyaman ketika di samping mu telah membuat ku enggan lepas dan melepasmu
  
  




 Keselahanku

Kesalahan ku adalah mencintaimu
Sebuah kesalahan yang ku syukuri karena tak pernah ada yang mengikuti.
Mencintaimu itu nyata .
Sempurna yang mengakang dalam bari.
Absurd tapi absolut .
Begitu mengagumkan kemiripan cinta dan kegilaan dua-duanya
Rinduku padamu telah mengahanguskan kewarasan .
Itulah nyatanya
Seperti lilin yang membakar luluh lantak pada ketiadaan
Menjadi awal seperti sedia kala
Senyawa yang berpijar sebagai titik pengakhiranya
Yang terpenting aku hanya menginginkanmu sebagai tokoh inti cerita bahagia dan sedihku

NAMA            : AULIA RAHMAH OKTAFIANI
NPM    :15410145
KELAS           :1D





Wayang Kampung Sebelah
Ulasan wayang “MAWAS DIRI MENAKAR BERANI”


Pertunjukan wayang yang diselenggarakan oleh fakultas FPBS ini , yang di gelar pada hari selasa,20 Oktober 2015 , pukul 09 :00 di gedung balairung Universitas PGRI Semarang yang dihadari oleh Bapak rektor dan Ketua YLPP  Universitas PGRI Semarang yang dibawakan oleh dalang Ki Jhilteng Suparman membawakan cerita berjudul “Mawas Diri Menakar Berani”.
Seni pewayangan yang di bawakan oleh dalang Suparman seni wayang yang sudah menggunakan peralatan modern dari alat musik nya perpaduan alat musik modern dan klasik, dari jenis wayang juga menggunakan nama orang biasa bukan wayang dari Mahabharata ataupu Rhamayana. Cerita wayang juga menceritakan kehidupan sosial yang diselingi dengan lagu-lagu yang dibawakan sinden dan satu orang laki- laki.

Pertunjukan dimulai dengan menampilkan seorang yang bernama Klungsur sedang berkampanye kepala desa dengan argumentnya yang menggunakan bahasa intelektual tetapi sulit dimengerti.
Selanjutnya dilanjutkan babak pemilu yang menampilkan seorang kakek yang bernama eyang Sidhik Wacono yang sedang mencari papan perhitungan suara pilkada yang hilang, lalu kakek sidhik bertanya kepada Parjo selaku kepala keamaamanan namun dia tidak tahu. Begitu pun dengan Sodrun malah salah presepsi di kira ia malah jadi biang keroknya. Ternyata papan perhitungan suara di simpan oleh Suto Coro yang menjabat sebagai kepala rumah tangga keluruhan karena itu adalah kewajibannya .
Terjadilah perdebatan sengit antara eyang Sidhik dan Suto Coro.
Parjo memberikan hasil suara kepada eyang Sidhik yang berurusan papan tulis dengan suto.

Pemilu dimenangkan oleh Somad. Setelah pengumuman Sidhik meminta Somad menanda tangani kabar berita acara sebegai pemenang pilkades, secara tersamar eyang Sidhik meminta uang bonus kepada Somad. Lalu somad memberi uang kepada eyang Sidhik 30 juta . Tetapi mengatakan kepada parjo 3juta, parjo mengatakan kepada Sudrun 300 ribu.itulah korupsi indonesia yang sudah terbibit.
Dilain tempat Karyo dan Kampret sedang mebicarakan kemiskinaan . Karyo bercerita tentang kemiskinaan yang dialaminya. Kenapa pemerintah tidak bertindak karena orang miskin lah yang dijadikan aset alasan dalam pencairan dana milik pribadi jadi rakyat kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Setelah itu mereka berdua pergi kerumah lurah Somad yang mendatangkan artis-artis lokal maupun inter lokal sebagai kemenangan lurah Somad.

Selanjutnya adalah babak perayaan kemenangan Somad sebagai kepala desa yang menampilkan artis seperti ro mari-mari, Syahmarni, Bob marni dan juga Minul sebagai hiburannya, setelah itu tiba-tiba jhoni naik dan meminta acara hiburan itu dibubarkan.
Jhony mengencam bahwa lurah somad penuh dengan kecurangan dan memprotes kemenangan tersebut. Jhony berkata “apa jadinya desa Bangun Jiwo dipimpin oleh Lurah yang melakukan kecurangan. Apalagi saat menjabat pasti lebih banyak kecurangan dan rakyat pun akan semakin sesangsara. Jhony mempengaruhi masa dengan kalimat argumentnya, sedari itu kampret yang sedang mabok memprotesnya. Kampret merasa terusik oleh Jhony . Ia pun meminta jhony untuk turun agar acara hiburan segala dilanjutkan. Tetapi Jhony tidak terima ia merasa bahwa Kampret adalah pendukung Somad. Lalu mereka berdua saling berkelahi diatas panggung.
Dengan senyum sinis Kampret bahwa dirinya adalah sang pemabok netral. Jangan fanatik dia adalah seorang golput. Kampret menuduh bahwa Jhony semangat demo karena dibayar. Sama dengan Pak Klungsur dan Pak Somad orasinya demi uang tidak jujur.
Perkelahian Jhony dan Kampret membuat tawur massa.
Setelah itu Karso teman Kampret yang seorang miskin mendatangi rumah polisi gendut .
Mbah modin , pak Somad dan Parjo yang sedang memantau di lokasi tawuran.
Karyo pun langsung nyemprot kepada ke tiga tokoh tersebut kenapa tidak melakukan tindakan apa - apa.

Lalu Kampret muncul di belakang Karyo seraya berkata “itulah demokrasi kita mereka adalah orang- orang yang ingin pada situasi aman tetapi enggan mengamankan, demokrasi negara kita itu tidak mempermudah tapi mempersulit”.
Dapat di logika para pejabat itu tidak mau menaggung pekerjaan beratnya tetapi memilih menghindar itulah ciri pejabat yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu kita harus mawas, berfikir cerdas memilih pemimpin yang bertanggung jawab, berintegritas , jujur , adil dalam bertindak dan adil dalam menananggung kekuasaan.
Oleh sebab itu bangsa yang maju karena pemimpin dan masyarakat nya mampu menanggapi dan berfikir kritis dalam memilih calon pemimpin yang baik.

Indonesia 50 tahun yang akan datang dibutuhkan oleh masyarakat dunia .
Konsekuensinya Indonesia harus berbagi agar orang di seluruh dunia tidak berebut sumberdaya Indonesia seenaknya . Untuk itu kita harus membenahi pemimpin, rakyat, dan kedaulatan yang disebut Tri Sakti. Kita harus lebih Mawas diri seperti judul wayang tersebut “Mawas Diri Menakar Berani” untuk terwujudnya Indonesia emas 50 tahun kedepan.