Gema Teater yang Menggelegar
Menanggapi esai yang ditulis Sari Otavia dalam rangka membuat tanggapan yang di tunjukan untuk Seni “Pemetasan Teater Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah”. Pementasan tersebut adalah persembahan dari UKM Gema Universitas PGRI Semarang yang tak pernah kehabisan ide kreatifnya dengan segudang skenario yang mampu menghibur para penonton.
Didalam esai tersebut Sari Otavia memberi judul esainya “Teater yang Menggema” saya setuju dengan judul tersebut karen teater tersebut begitu menggema bukan hanya dari pemainnya yang menggema tetapi juga dari banyaknya penonton yang terhibur juga ikut menggema. Seperti nama teater tersebut Teater Gema. Namun disini saya hanya menambahkan sedikit dari pementasan tersebut tidak hanya menggema tapi juga menggelegar karena pertunjukan tersebut mampu menghibur dan menghipnotis penonton yang datang. Tentunya Teater Gema telah mempersiapkan sedemikian rupa dari setting panggung yang sangat kreatif dan menarik.
“Pementasan Teater Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah” disajikan dalam dua kali penayangan yaitu sesi sore pukul 16:00 dan sesi malam atau sesi kedua pukul 19:00. Esai yang ditulis Sari sangat terperinci dia menceritakan kembali drama yang dia tonton namun lebih ringkas dan hanya inti-intinya saja. Seperti saat Pemuda Jaka tarub yang menikahi seorang bidadari. Namun sedikit menmbahkan yang di tulis sari kembali kurang jelas karena tidak di sebutkan dahulu prolog dari pentas Jaka Tarub dan bagaimana alurnya masih kurang jelas contohnya Sari menulis seperti “Pentas Jaka Tarub menceritakan tentang kisah seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub Seorang Bidadari bernama Nawang Wulan.” tapi sudah bagus karena dari esai tersebut juga di ceritakan bagaimana ending ceritanya. Sari menyebutkan dari pementasan tersebut banyak pesan moral yang dapat diambil seperti bagaimana mengemas pertunjukan itu,pesan moral apa saja yang dapat dipetik dan penataan panggung serta faktor pendukung lainnya. Akan lebih baik jika pesan moral dan penataan lebih dideskripsikan lagi supaya lebih berisi dan lebih jelas untuk dipahami.
Selain pertunjukan teater juga seperti judul dari pementasan tersebut juga menampilkan Monolog Balada Sumarah yang berhasil memenangkan lomba PEKSIMIDA tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jawa Tengah ke tingkat Nasional. Dalam episod monolog Sari Otavia lebih detail dalam mendiskripsikan esainya . Sumarah adalah seorang anak perempuan yang dituduh dari seorang anak PKI dan tidak pernah mendaptkan keadilan di Negaranya tersebut karena hal itu. Akhirnya Sumarah memutuskan untuk ke Negeri Arab menjadi Tenaga Kerja Wanita dan berharap menjadi TKW mampu mengubah nasibnya agar memperoleh keadilan dan kesejahteraan. Tetapi memang nasib malang Sumarah yang ia harapkan semua sirna semuanya tidak sesuai harapannya. Dia kembali mendapatkan perlakuan yang tidak etis,disiksa,di tuduh dan sampai di perkosa . Gajih Sumarah juga dibekukan majikannya dengan alasan yang tidak jelas. Jujur pada saat adegan yang dimaikan oleh Sumrah saya menambahkan sedikit sangat membuat merinding . Penampilan dari Pemain Sumarah sangat totalitas dan mampu membuat penonton merinding tentunnya. Walaupun akhirnya Sumarah marah dan memilih untuk membunuh majikannya tersebut dan dia mengaku salah. Namun dari esai tersebut sari kurang mengemas kata-kata dan kalimat-kalimat tersebut karena ceritanya kurang runtut dan menjadi kurang menggugah selera.
Singkat cerita dari Pentas Monolog dan berakhir juga pementasan Sari juga Mengulasnya Monolog Balada Sumarah seperti kehidupan nyata yang kerap terjadi. Saya sangat stuju karena tentunya menurut saya si sutradara membuat naskah teks monolog tersebut dengan kejadian yang ada di Indonesia hanya saja di bumbuhi dengan imajinasinya. Seperti yang di sebutkan Sari Otavia TKI atau TKW asal Indonesia banyak yang di hakimi semena-mena tanpa mendapat perlindungan dan HAM di negeri orang.
Dari drama tersebut Sari menulis bahwa Pemerintah sangat Ironis dengan membiarkan masyarakatnya yang menjadi TKW dan TKI yang mendapat kesulitan tapi dibiarkan saja. Dari hal ini merupakan sindiran-sindiran yang dilayangkan kepada pemerintah untuk memberi keadilan kepada mereka yang membutuhkan. Karena dari banyaknya kasus yang ada mengenai dan penyiksaan sampai pembunuhan TKW/TKI hanya satu ,dua yang di selesaikan pemerintah dengan cara damai lainnya hangus ,hilang ditelan masa.
Sari otavia memberikan tanggapannya setiap drama atau teater disajikan secara runtut apik dan berkesan bagi penikmatnya. Tidak hanya itu menurut saya pertunjuka tersebut juga seaakan membuat panggung Gedung Pusat Lantai 7 yang disetting sedemikian rupa seakan ikut bergetar dan menggelegar dengan adanya pertunjukan tersebut. Penampilan tersebut dapat bagus tentunya di latih serta di dukung dengan perjuangan dari para pemain dan crew yang tak pernah lelah dalam latihan,kerja sama antar perlengkapan dan lain sebagainya. Sari otavia menyebutkan dalam esainya bermain peran mampu melatih kecerdasan,intelektual, cepat tanggap,imajinatif,kreatif,ketrampilan dan mengapresiasi hasil karyanya tentunya juga bermanfaat serta mampu menghibur penontonnya yang datang dari berbagai prodi khusunya PBSI dan tamu dari pecinta taeter lainnya.
Aulia Rahma Oktafiani Mahasiswa Pendidkan Bahasa dan Sastra Insonesia , Universitas PGRI Semarang. Pecinta dan Perindu Senja di kota Atlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar