BAYANGAN SEBUAH KERINDUAN TENTANG
KENANGAN

Aulia Rahmah
Oktafiani “Mengancam Kenangan “ 1D
NPM :15410145
Srek......srek
suara sapu nyonya di pagi hari untuk menyapu debu di teras rumahnya .
Mencoba
menghilangkan kenangan yang hadir setiap hari tetapi keduanya tidak berisik
juga tidak bergusik.
Pertunjukan
teater yangberjudul “Mengancam Kenangan” oleh kelompok “Teater Tikar” yang
disutradarai oleh Ibrahim Bra dan penulis naskah Iruka danishawara yang juga
ikut bermain peran. Pertunjukan tersebut berlangsung di Gedung Pusat lantai 7
Universitas PGRI Semarang yang disaksikan para mahasiswa progdi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia. Kamis, 08 Oktober 2015 dengan dua kali pementasan
.
Pementasan 1.
Pukul 16:00 WIB
Pementasan 2.
Pukul 19:00 WIB
Dekorasi yang
gelap dan bernuansa klasik dengan 4 pigura yang tertata dirancang untuk suasana
yang menegangkan dan sendu.
Pada bagian
pertunjukan drama atau teater dimulai dengan seorang wanita yang sedang menyapu
teras rumahnya , dengan membawa sapu ijuk di tangannya bagaikan seorang yang
sedang mengangkat senjata .
Terdengar suara
pagi mengucapkan selamat pagi terhadap wanita yangdipanggil nyonya
Sayangnya wanita
yang dipanggil nyonya tersebut tidak menghiraukannya dia masih sibuk dengan
sapunya untuk membersihkan debu dan krikil, sampai akhirnya nyonya mengalah
membalas sapaan pagi.
Lalu pagi
bertanya “nyonya mengapa engkau masih meluangkan waktu mu untuk membersihkan
debu dan memberaskan rumah setiap pagi padahal akan kotor kembali” ?
Namun nyonya tak
peduli ia mengabaikan pertayaan itu, karena yang nyonya rasakan adalah kenangan
tentang bersama dua hatinya yaitu suami dan anak yang sangat dia cintai.
****
Pada bagian
selanjutnya diperankan oleh seorang laki - laki yang meupakan anak laki - laki
dari wanita yang dipanggil nyonya .
Laki - laki itu
sedang merindukan wanita yang dia cintai dan dia merasa dibayangi oleh
wanitanya yang dianggap telah berubah tidak seperti dulu namun kenangannya
masih ada. Dalam drama atau teater tersebut di ibaratkan laki - laki tersebut
masih merasakan aroma tubuh wanitanya didalam bak mandi , aroma tubuh yang
sangat dirindukan.
“ biarkan saja
rindu ini menggunung, lalu kau dapat mendakinya hingga awan dan meretaskan
hujan keresahan “. Dibagagian ini di gambakan perdebatan antara laki - laki itu
dengan wanitanya.
Laki - laki itu
merasa kerinduan di dalam bak mandinya telah mengancam masa - masanya,tetapi
wanita itu menyuruh untuk membuang isi air yang sudah keruh lalu menggantinya
dengan air bening yang tidak ada tubuh lain didalamnya. Menyingkirkan bayangan
dan juga ancamcaman.
****
Pada bagian yang
ketiga
“sembunyikanlah
sedalam yang kau bisa , tutupilah serapat yang kau mampu, namun Itu adalah apa yang dirasakan nyonya . Satu,
dua, bulir air matanya mulai membanjari bantal dan tumpah di malam itu.
Bulir selanjutnya
jatuh juga , gemercik air yang sudah luber dari bak mandi yang nyonya letakan
di samping tempat tidur.
Adalah kenangan
yang terus mengacam nyonya yang telah kehilangan suaminya yang pergi dengan
sayap emasnya dan anak laki - laki nya yang pergi tanpa alasan jelas dan
memilih pilihan yang salah.
Terdengar suara,,
nyonya air nya sudah penuh.
Nyonya menjawab. Bagaimana
aku bisa menghentikannya.
wanita yang
dipanggil nyonya tersbut merasa bahwa anaknya lah yang mampu menghentikan
kenangan tersebut.
****
Pada bagian yang
ke empat disuguhkan wanita yang dipanggil nyonya tersebut sedang “kepada bulan
dan mentari yang kucinta, tidak bisakah kita berdamai saja ? Aku akan memberi
mu do’a setiap pagi dan malam, dan kau memberi lupa atas kenangan.
Bayangan tentang
kenangan terus muncul menghantuinya. Pertanyaan yang sering ditanyakan anaknya
terus menghantuinya dan seakan - akan mengancam nyonya itu .
Dimana ayah ,
certikan hal tentang ayah .?
Ceritakan aku
dongeng ibu ?
Wanita itu atau
nyonya sudah tidak tahan.
Kepala itu
bergeser lagi mendekati lutut yang terasa tulangnya . Tentang cerita dongeng
seperti halnya hidup wanita yang dipanggil nyonya .
****
Pada bagian yang kelima ditunjukan kesunyian
antara laki-laki dan wanitanya.
Suasana yang
begitu sunyi itu kemudian mulai gaduh dengan perselisihan antara laki - laki
itu dengan wanitanya.
Wanita itu terus
berkeluh kesah pada laki - laki itu , slalu berkeluh kesah tentang tida bisa
bicara dan bercerita.
Sampai akhirnya
laki - laki itu sibuk mengatakan bukan begini bukan begitu. Kini dia merasa ada
dua wanita yang harus diajari bicara , yaitu ibu dan wanitanya.
Kenangan pun
menjadi gundukan dalam ingatan yang terus membayangi kemana pun dia pergi .
****
Pada bagian yang
keenam “ saling mengenang, saling mengancam ,saling silang”
Begitulah sebuah
kenangan dari paparan drama teater tersebut atau maksud dari kalimat diatas
adalah , wanita yang mengusai laki-laki dan laki - laki yang menguasai wanita ,
“saling silang” saling berkaitan satu sama lain .
Tentang suami
dari wanita yang dipanggil nyonya tersebut yang pergi karena karena godaan
angin dan pergi dengan sayap emasnya atau memilih pergi dengan wanita lain,dan
anak laki - laki yang pergi dari rumah tanpa alasan yang jelas dan memilih
pilihan yang salah.
Begitu kenangan
yang mengancam terus hidup tidak bisa dimusnahkan .
Kenangan lebih
menyeramkan dari apa yang kita duga.
****
Pada bagian
kedelapan dijelaskan bahwa kenangan bermula dari parasaan akan selalu tumbuh
,tidak akan pergi malah semakin menjadi.
Semua yang
bermula pasti ada akhirnya.
Tidak bagi
kenangan . Ia bermula dan tidak akan pernah berakhir .segala cara yang telah di
tempuh oleh nyonya untuk membuangnya jauh - jauh semua percuma . Tapi kenangan
akan semakin menjadi.
****
Pertunjukan
terakhir atau bagian terakhir saat nyonya sedang menyapu halaman atau teras
rumahnya , nyonya dia tidak tahu hr anak sedih atau bahagia karena anak
laki-laki yang dia tunnggu kini telah mengejakan kaki diteras rumahnya.
Ibu, maukah kau
ceritakan kemana ayah dan sayap emasnya pergi?kata anak laki-laki itu
Tapi nyonya hanya
diam.
Lalu nyonya
berkata tidak ada yang mampu menghapus kenangan kecuali anaknya.
Cara terbaik
mengancam kenangan adalah dengan menerima ,menyaksikan,dan berlapang dadabahwa
kenangan itu akan ada ditempatnya pada seluruh sisa hidupmu.
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar