Selasa, 13 Oktober 2015




         BAYANGAN SEBUAH KERINDUAN TENTANG KENANGAN


Aulia Rahmah Oktafiani “Mengancam Kenangan “ 1D
NPM :15410145


Srek......srek suara sapu nyonya di pagi hari untuk menyapu debu di teras rumahnya .
Mencoba menghilangkan kenangan yang hadir setiap hari tetapi keduanya tidak berisik juga tidak bergusik.
Pertunjukan teater yangberjudul “Mengancam Kenangan” oleh kelompok “Teater Tikar” yang disutradarai oleh Ibrahim Bra dan penulis naskah Iruka danishawara yang juga ikut bermain peran. Pertunjukan tersebut berlangsung di Gedung Pusat lantai 7 Universitas PGRI Semarang yang disaksikan para mahasiswa progdi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kamis, 08 Oktober 2015 dengan dua kali pementasan .
Pementasan 1. Pukul 16:00 WIB
Pementasan 2. Pukul 19:00 WIB

Dekorasi yang gelap dan bernuansa klasik dengan 4 pigura yang tertata dirancang untuk suasana yang menegangkan dan sendu.

Pada bagian pertunjukan drama atau teater dimulai dengan seorang wanita yang sedang menyapu teras rumahnya , dengan membawa sapu ijuk di tangannya bagaikan seorang yang sedang mengangkat senjata .
Terdengar suara pagi mengucapkan selamat pagi terhadap wanita yangdipanggil nyonya
Sayangnya wanita yang dipanggil nyonya tersebut tidak menghiraukannya dia masih sibuk dengan sapunya untuk membersihkan debu dan krikil, sampai akhirnya nyonya mengalah membalas sapaan pagi.
Lalu pagi bertanya “nyonya mengapa engkau masih meluangkan waktu mu untuk membersihkan debu dan memberaskan rumah setiap pagi padahal akan kotor kembali” ?
Namun nyonya tak peduli ia mengabaikan pertayaan itu, karena yang nyonya rasakan adalah kenangan tentang bersama dua hatinya yaitu suami dan anak yang sangat dia cintai.
****
Pada bagian selanjutnya diperankan oleh seorang laki - laki yang meupakan anak laki - laki dari wanita yang dipanggil nyonya .
Laki - laki itu sedang merindukan wanita yang dia cintai dan dia merasa dibayangi oleh wanitanya yang dianggap telah berubah tidak seperti dulu namun kenangannya masih ada. Dalam drama atau teater tersebut di ibaratkan laki - laki tersebut masih merasakan aroma tubuh wanitanya didalam bak mandi , aroma tubuh yang sangat dirindukan.
“ biarkan saja rindu ini menggunung, lalu kau dapat mendakinya hingga awan dan meretaskan hujan keresahan “. Dibagagian ini di gambakan perdebatan antara laki - laki itu dengan wanitanya.
Laki - laki itu merasa kerinduan di dalam bak mandinya telah mengancam masa - masanya,tetapi wanita itu menyuruh untuk membuang isi air yang sudah keruh lalu menggantinya dengan air bening yang tidak ada tubuh lain didalamnya. Menyingkirkan bayangan dan juga ancamcaman.
****
Pada bagian yang ketiga
“sembunyikanlah sedalam yang kau bisa , tutupilah serapat yang kau mampu, namun  Itu adalah apa yang dirasakan nyonya . Satu, dua, bulir air matanya mulai membanjari bantal dan tumpah di malam itu.
Bulir selanjutnya jatuh juga , gemercik air yang sudah luber dari bak mandi yang nyonya letakan di samping tempat tidur.
Adalah kenangan yang terus mengacam nyonya yang telah kehilangan suaminya yang pergi dengan sayap emasnya dan anak laki - laki nya yang pergi tanpa alasan jelas dan memilih pilihan yang salah.
Terdengar suara,, nyonya air nya sudah penuh.
Nyonya menjawab. Bagaimana aku bisa menghentikannya.
wanita yang dipanggil nyonya tersbut merasa bahwa anaknya lah yang mampu menghentikan kenangan tersebut.
****
Pada bagian yang ke empat disuguhkan wanita yang dipanggil nyonya tersebut sedang “kepada bulan dan mentari yang kucinta, tidak bisakah kita berdamai saja ? Aku akan memberi mu do’a setiap pagi dan malam, dan kau memberi lupa atas kenangan.
Bayangan tentang kenangan terus muncul menghantuinya. Pertanyaan yang sering ditanyakan anaknya terus menghantuinya dan seakan - akan mengancam nyonya itu .

Dimana ayah , certikan hal tentang ayah .?
Ceritakan aku dongeng ibu ?

Wanita itu atau nyonya sudah tidak tahan.
Kepala itu bergeser lagi mendekati lutut yang terasa tulangnya . Tentang cerita dongeng seperti halnya hidup wanita yang dipanggil nyonya .
****
 Pada bagian yang kelima ditunjukan kesunyian antara laki-laki dan wanitanya.
Suasana yang begitu sunyi itu kemudian mulai gaduh dengan perselisihan antara laki - laki itu dengan wanitanya.
Wanita itu terus berkeluh kesah pada laki - laki itu , slalu berkeluh kesah tentang tida bisa bicara dan bercerita.
Sampai akhirnya laki - laki itu sibuk mengatakan bukan begini bukan begitu. Kini dia merasa ada dua wanita yang harus diajari bicara , yaitu ibu dan wanitanya.
Kenangan pun menjadi gundukan dalam ingatan yang terus membayangi kemana pun dia pergi .
****
Pada bagian yang keenam “ saling mengenang, saling mengancam ,saling silang”
Begitulah sebuah kenangan dari paparan drama teater tersebut atau maksud dari kalimat diatas adalah , wanita yang mengusai laki-laki dan laki - laki yang menguasai wanita , “saling silang” saling berkaitan satu sama lain .
Tentang suami dari wanita yang dipanggil nyonya tersebut yang pergi karena karena godaan angin dan pergi dengan sayap emasnya atau memilih pergi dengan wanita lain,dan anak laki - laki yang pergi dari rumah tanpa alasan yang jelas dan memilih pilihan yang salah.
Begitu kenangan yang mengancam terus hidup tidak bisa dimusnahkan .
Kenangan lebih menyeramkan dari apa yang kita duga.
****
Pada bagian kedelapan dijelaskan bahwa kenangan bermula dari parasaan akan selalu tumbuh ,tidak akan pergi malah semakin menjadi.
Semua yang bermula pasti ada akhirnya.
Tidak bagi kenangan . Ia bermula dan tidak akan pernah berakhir .segala cara yang telah di tempuh oleh nyonya untuk membuangnya jauh - jauh semua percuma . Tapi kenangan akan semakin menjadi.
****
Pertunjukan terakhir atau bagian terakhir saat nyonya sedang menyapu halaman atau teras rumahnya , nyonya dia tidak tahu hr anak sedih atau bahagia karena anak laki-laki yang dia tunnggu kini telah mengejakan kaki diteras rumahnya.
Ibu, maukah kau ceritakan kemana ayah dan sayap emasnya pergi?kata anak laki-laki itu
Tapi nyonya hanya diam.
Lalu nyonya berkata tidak ada yang mampu menghapus kenangan kecuali anaknya.
Cara terbaik mengancam kenangan adalah dengan menerima ,menyaksikan,dan berlapang dadabahwa kenangan itu akan ada ditempatnya pada seluruh sisa hidupmu.
*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar